Aceh Singkil – Semangat bangkit pascabencana banjir ditunjukkan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Dambaan Kampung Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil. Meski sempat terdampak banjir yang melanda wilayah tersebut, BUMK Dambaan kembali mengembangkan usaha budidaya perikanan dengan menebar sebanyak 42.000 benih lele mutiara sebagai langkah pemulihan ekonomi kampung. Banjir memang sempat berdampak luas di sejumlah wilayah Aceh Singkil dalam beberapa waktu terakhir.
Program budidaya tersebut menjadi salah satu upaya BUMK dalam mengembalikan produktivitas usaha sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Penebaran benih dilakukan setelah dilakukan persiapan kolam dan perbaikan sarana yang terdampak banjir.
Pendamping Lokal Desa (PLD) Kampung Tanah Bara, Nadia Sari Lubis, mengatakan bahwa kebangkitan BUMK Dambaan menjadi bukti semangat masyarakat untuk terus bergerak maju meskipun sempat menghadapi berbagai tantangan akibat bencana.
"Musibah banjir tidak menyurutkan semangat pengurus BUMK dan masyarakat. Justru ini menjadi momentum untuk bangkit kembali melalui pengembangan usaha budidaya lele mutiara yang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian kampung serta membuka peluang usaha bagi masyarakat," ujar Nadia Sari Lubis.
Ia menambahkan, budidaya lele mutiara dipilih karena memiliki prospek pasar yang baik, masa panen relatif singkat, serta berpotensi memberikan keuntungan bagi BUMK apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Melalui pengembangan usaha ini, diharapkan BUMK Dambaan mampu menjadi motor penggerak ekonomi Kampung Tanah Bara sekaligus menjadi contoh bahwa semangat gotong royong dan kerja keras mampu mengubah tantangan menjadi peluang untuk tumbuh dan berkembang.

Posting Komentar