Upayakan Pemerataan Pendampingan, TAPM Aceh Singkil Lakukan Mapping Pendamping Desa

 

Dok: Rapat Koordinasi TAPM dengan agenda utama Mapping TPP Aceh Singkil

Aceh Singkil  – Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Aceh Singkil secara resmi melakukan pemetaan ulang (mapping) sebaran tenaga pendamping profesional di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Singkil. Langkah strategis ini diambil guna memastikan seluruh desa tetap mendapatkan pendampingan yang optimal meskipun saat ini jumlah personel mengalami penyusutan signifikan.

Berdasarkan data terbaru, kondisi ketersediaan personel pendamping di Aceh Singkil berada di bawah kuota ideal. Saat ini, jumlah Pendamping Desa (PD) di tingkat kecamatan hanya tersisa 13 orang dari total kebutuhan 26 orang. Kondisi serupa juga terjadi pada posisi Pendamping Lokal Desa (PLD) yang bertugas di barisan desa, di mana saat ini hanya tersedia 23 orang dari total kebutuhan 36 orang.

Koordinator TAPM Kabupaten Aceh Singkil, Muhmmad Asmar Faizal Lubis menyampaikan bahwa ketimpangan antara jumlah personel dan luas wilayah kerja harus segera diatasi dengan manajemen distribusi yang tepat

"Mapping ini bukan sekadar rotasi biasa, melainkan upaya mendesak agar beban kerja terdistribusi secara proporsional. Dengan sisa personel yang ada, kita harus memastikan tidak ada desa yang kehilangan arah dalam tata kelola administrasi maupun pembangunan fisik hanya karena keterbatasan jumlah pendamping," ujarnya disela menyampaikan arahan pada rapat koordinasi TAPM pada Senin (26/01/2026) di Sekreariat P3MD Aceh Singkil

Optimalisasi di Tengah Keterbatasan

Proses mapping ini mencakup beberapa poin krusial, di antaranya:

  • Redistribusi Wilayah: Menata ulang pembagian desa binaan bagi setiap PLD agar cakupan wilayah tetap terjangkau secara geografis.
  • Kolaborasi Lintas Kecamatan: Mengatur jadwal koordinasi Pendamping Desa (PD) agar tetap bisa memberikan supervisi optimal disetiap wilayah kecamatan.
  • Prioritas Program: Fokus pada pendampingan penyaluran Dana Desa, penanganan stunting, dan penguatan BUMDes serta program Pemberdayaan dan Pembangunan Desa lainnya agar tetap berjalan sesuai regulasi.

Kekosongan posisi pendamping ini diharapkan tidak menyurutkan kualitas layanan kepada pemerintah desa. TAPM Aceh Singkil terus berkoordinasi dengan pihak terkait di tingkat provinsi maupun pusat mengenai kondisi kuota personel ini, sembari memaksimalkan potensi tenaga yang tersedia di lapangan.

Melalui langkah mapping ini, TAPM Aceh Singkil berkomitmen agar setiap desa di Kabupaten Aceh Singkil tetap mendapatkan hak pendampingan yang setara demi terwujudnya kemandirian desa yang berkelanjutan.


#P3MD Aceh Singkil       #Aceh Singkil         #Pendamping Desa          #Kemendesa PDT RI


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama